Sabtu, 02 Juni 2012

PERILAKU KONSUMEN DAN STRATEGI PEMASARAN


PERILAKU KONSUMEN

Tugas Kegiatan Pembelajaran 1
1.            Dengan menggunakan bahan bacaan bab 8 dalam Peter dan Olson (1996), mahasiswa diminta membuat ringkasan tentang diskripsi perbedaan antara pandangan kognitif dan pendekatan perilaku!
Pendekatan kognitif termasuk beberapa aspek afeksi mendominasi bidang perilaku konsumen dan sebagian besar pemikiran dalam pemasaran. Walaupun pendekatan perilaku merupakan bagian penting psikologi selama bertahun-tahun, namun masih dianggap baru dalam bidang riset konsumen, dan seringkali tidak dipahami dengan baik.
Ada beberpa jenis teori dan asumsi kognitif serta beberapa macam posisi perilaku. Misalnya, beberapa pendekatan kognitif mencoba menerapkan teori kognitif dalam menjelaskan perilaku nyata. Sebagian orang hanya tertarik dengan menjelaskan proses mental dan pikiran. Beberapa ahli perilaku memandang kejadian kognitif sebagai perilaku samar yang harus diteliti dengan cara yang sama seperti pada perilaku nyata. Ahli perilaku lainnya melihat kejadian kognitif tidak lebih dari sekedar kata yang mungkin berguna untuk tujuan komunikasi tetapi kurang berguna sebagai suatu penjelasan ilmiah. Ada kecenderungan bahwa pembicaraan tentang perbedaan perspektif kognitif dan perilaku tidak akan dapat diterima oleh kedu belah pihak, tetapi kami akan mencoba memberikan penjelasan yang mewakili keduanya.
Pendekatan perilaku (behaviour approach) didasarkan pada suatu pandangan yang sedang berlaku pada saat ini yang disebut ”analisis perilaku terapan”. Pandangan kognitif (cognitife view) didasarkan pada riset tentang topik seperti pemrosesan informasi dan ilmu kognitif yang sedang berjalan. Kedua perspektif ini berlawanan, keduanya sering menggunakan sejumlah pandangan yang berbeda tentang dunia, dengan posisi dan asumsi yang bertentangan, pendekatan pada riset yang berbeda, dan kebudayaan tentang apa yang dianggap penting secara ilmiah. Namun yang paling penting sebagai tujuan kits adalah pendekatan tersebut sering memiliki implikasi yang berbeda dalam pembetukan desain strategi pemasaran dan riset konsumen.



Posisi dan Asumsi
Posisi Dan Asumsi
Pendekatan Perilaku
Pendakatan Kognitif
Pandangan tentang konsep

Peran lingkungan

Peran faktor kognitif

Pandangan tentang kebebasan
Berdasarkan pengamatan secara fisik
Variabel pengontrol dominan
Semata-mata sebagai perantara
Semua perilaku dikontrol oleh faktor lingkungan

Secara teoritis, mental

Salah satu pengaruh diantara yang lainnya
Variabel kontrol utama

Manusia memiliki otonomi, pusat tindakan yang independen.
Perbedaan utama antara kedua pandangan terletak pada penyebab terjadinya perilaku. Beberapa ahli perilaku mempertahankan pengontrolan perilaku oleh lingkungan, sementara ahli kognitif bersikukuh dengan kontrol individu atas perilaku mereka melalui proses mental yang dilibatkan dalam pemrosesan kognitif dan pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan mengapa kedua pandangan tersebut tidak sepenuhnya dapat disatukan. Bagi sebagian ahli perilaku, walaupun kejadian kognitif dipandang sebagai perilaku yang mempengaruhi, namun lingkungan masih tetap menjadi penyebab kejadian kognitif.













Pendekatan dan Tahapan Riset
Perbandingan pendekatan dan tahapan dalam proses riset dari dua sudut pandang. Pendekatan perilaku sering menggunakan prediksi dan kontrol perilaku sebagai tujuan dasar riset, sementara pendekatan kognitif cenderung mengarahkan diri pada penjelasan dan pengujian teori. Biasanya, pendekatan perilaku menyatakan bahwa pengumpulan data dilakukan melalui observasi, riset kognitif sering menggunakan laporan verbal yang diperoleh melalui kuesioner.
Pendekatan Riset
Dimensi Riset
Pendekatan Perilaku
Pendekatan Kognitif
Tujuan riset
Mengubah perilaku
Pengujian teori
Objek studi
Perilaku nyata, hubungan fungsional
Pikiran : struktur dan proses mental
Data dasar
Pengamatan
Laporan verbal
Kriteria riset yang berhasil
Perubahan sejumlah tertentu perilaku sosial
Hubungan logis dan pengujian statistik
Model riset yang digunakan
Alami
Laboratorium

Tahapan Riset
Pendekatan Perilaku
Pendekatan Kognitif
1. Mengidentifikasi permasalahan perilaku
Temukan/kembangkan teori kognitif
2. Mengukur frekuensi munculnya permasalahan perilaku saat ini dan kondisi lingkungan
Tetapkan hipotesis
3. mendesign bentuk perlakuan
Kembangkan pengukuran/manipulasi
4. menentukan subjek/setting perlakuan
Kumpulkan sampel subjek
5. Penerapan perlakuan
Kumpulkan data
6. Pengukuran ulang perilaku sasaran
Analisis data
7. Penentuan jumlah perilaku yang berubah
Tarik kesimpulan tentang psikologi internal

Pandangan Pemasaran
Masalah Pemasaran
Pendekatan Perilaku
Pendekatan Kognitif
Status bidang
Teknologi
Ilmu
Peran pemasaran
Memodifikasi dan mengontrol perilaku konsumen untuk mencapai tujuan organisasional
Memuaskan kebutuhan konsumen dengan tetap memperoleh laba
Pedoman perencanaan pemasaran
Prinsip-prinsip perilaku
Konsep pemasaran
Peran pemasaran/riset konsumen
Strategi penyelidikan untuk memprediksi dan mengontrol perilaku konsumen
Menguraikan psikologi internal konsumen
Pandangan permasalahan yang efektif
Mengakui keefektifan permasalahan dalam mengubah perilaku
Sering meninjau keefektifan pemasaran
            Penjualan langsung dalam buku pemasaran cenderung diarahkan pada taktik untuk menghasilkan penjualan yang menguntungkan ketimbang memuaskan kebutuhan konsumen. Kesimpulannya adalah kedua pendekatan tersebut terlihat berbeda ketika diterapkan pada pemasaran perilaku konsumen. Pendekatan mana yang ”benar” atau ”tepat” bukan lah pertanyaan yang penting. Apa yang penting adalah pendekatan atau kombinasi pendekatan mana yang paling berdaya guna untuk setiap tahapan pemecahan permasalahan pemasaran dan pengembangan strategi pemasaran.
            Kami percaya bahwa kombinasi kedua pendekatan tersebut jauh lebih hebat dari masing-masing pendekatan jika berdiri sendiri-sendiri. Misalnya, jika pertimbangan terhadap kebutuhan konsumen sangat membantu keberhasilan pengembangan produk baru, dan jika pengondisian operant sangat membantu meningkatkan pangsa pasar, tidak ada alasan untuk mengabaikan salah satu pendekatan

2.            Jelaskan apa yang dimaksud dengan promosi dagang dan promosi konsumen
Promosi penjualan atau sales promotion sebagai ” suatu kegiatan pemasaran yang berfokus pada tindakan yang tujuannya adalah mendapatkan dampak langsung pada perilaku seseorang konsumen perusahaan”.
  1. Promosi dagang(trade promotion) seperti bantuan biaya, iklan atau display, digunakan oleb perusahaan untuk mendorong produknya ke konsumen melalui saluran distribusi.
  2. Promosi konsumen (consumer promotion) jika konsumen perusahaan ternyata adalah konsumen akhir. Promosi konsumen dilakukan seperti kupon potongan harga dan contoh gratis, digunakan produsen dan pengecer untuk merayu konsumen agar membeli produk serta mengunjungi toko – toko pengecer.

3.            Sebut dan jelaskan 4 aspek dari promosi konsumsi !
·      Kemungkinan pembelian
Sebagian besar promosi konsumen didesign untuk meningkatkan kemungkinan seseorang konsumen membeli suatu merk ato kombinasi produk. Meskipun demikian, suatu perusahaaan berharap dapat mencapai beberapa dari sejumlah sub tujuan ketika menjalankan promosi. Tujuan utamanya mungkin adalah mengupayakan agar konsumen mau mencoba produk baru. Contohnya beberapa dealer mobil menawarkan diskon khusus bagi konsumen yang baru untuk pertama kali membeli mobil. 
Sub tujuan kedua dari promosi konsumen adalah memposisikan suatu merk atau perusahaan dibenak konsumen untuk mendorong mereka membeli dan meneruskan membeli merk tersebut. Untuk kasus ini, promosi di design untuk mempertahankan atau mengubah pengaruh, kognisi, dan perilaku konsumen. Salah satu caranya dengan menggunakan promosi yang gencar untuk mendapatkan harga yang bersaing atas suatu merk yang diposisikan pada harga dan kualitas tinggi. Dengan sudut pandang ini, harga yang lebih rendah tidak akan langsung membuat konsumen memandang bahwa produk tersebut berkualitas lebih rendah dari merk pesaingnya.
Sub tujuan ketiga dari promosi konsumen adalah mendorong terjadinya penggantian merk. Promosi konsumen dapat mengubah penggunaan merk dengan membuat pembelian merk baru jauh lebih menarik dari membeli merk yang biasa di beli.
Tujuan terakhir dari promosi konsumen adalah memperkuat loyalitas merk. Karena sebagian konsumen cenderung membeli suatu produk di dasarkan pada kupon dan tawaran – tawaran lainnya, maka pemberian tawaran yang menarik secara rutin akan membuat mereka relatif loyal pada suatu merk yang dipromosikan
·      Jumlah pembelian
Sejumlah promosi konsumen di design bukan hanya untuk mempengaruhi pembelian suatu merk tetapi juga mempengaruhi jumlah produk yang akan dibeli. Contohnya sebuah deodorant batang merk rexona ditam,bahkan atas setiap pembelian dua produk yang sama pada harga standart. Promosi tersebut dapat meningkatkan jumlah produk yang dibeli dan dapat meningkatkan loyalitas merk.
·      Waktu pembelian
Promosi konsumen dapat juga dilakukan untuk mempengaruhi kapan konsumen akan melakukan pembelian,misalnya diskon khusus bagi mereka yang internetan online pada malam hari seperti di sebagian  besar warnet.
·      Lokasi pembelian
Promosi pembelian juga dapat digunakan untuk mempengaruhi lokasi atau penjual suatu produk,misalnya masing – masing toko eceran dan jaringan pengecer mengeluarkan sendiri kupon, kontes, dan tawaran lainnya untuk mendorong konsumen berbelanja di toko mereka.









Tugas Kegiatan Pembelajaran 2
1. Membuat ringkasan setiap tahapan jenis perilaku.
Menurut Peter dan Olson (1996), pembagian tahapan umum jenis perilaku dalam proses pembelian suatu produk sebagai berikut ;

            Tahapan Pembelian                             Jenis Perilaku 
            Prapembelian                                                Kontak Informasi
                                                                       
                                                                        Akses pendanaan
                                                                       

            Pembelian                                              Kontak toko                                               
 

                                                                           Kontak produk


 
                                                                             Transaksi


            Pascapembelian                                      Konsumsi


 
                                                                            Komunikasi
                                                                                   
Penjelasan :
1. Tahap pertama pada tahap pembelian ini adalah tahap prapembelian dimana pada tahap ini ada dua jenis perilaku yang dilakukan oleh konsumen yaitu kontak informasi dan akses pendanaan.
·         Kontakinformasi
         Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka pilihan produk dan merk harus diidentifikasi untuk memenuhi kebutuhanya. Dalam mencari berbagai alternative pilihan untuk memuaskan kebutuhan, seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, berapa banyak informasi dari masa lalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki oleh konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Secara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar. Contoh : membaca/mengamati koran,majalah,papan iklan,mendengarkan iklan radio,mendengarkan uraian teman atau salesman.
·         Akses pendanaan
         Akses pendanaan yang dimaksud pada tahap perilaku prapembelian ini adalah berapa harga dari produk, setara atau tidak harga dengan  kualitas produknya dan apakah dana atau budget dari konsumen mencukupi apabila konsumen tersebut mengambil keputusan  untuk membeli produk itu.Serta bagaimana cara konsumen mmperoleh dana untuk proses transaksi Akses pendanaan ini juga termasuk dalam tahap perilaku kontak informasi. Karena konsumen pasti juga akan mencari informasi tentang harga suatu produk sebelum menginjak tahap pembelian. Contoh : menarik uang tunai dari bank atau ATM, mengisi buku chek,mendapatkan kartu kredit atau pinjaman.
2. Tahap kedua pada tahap pembelian ini adalah tahap pembelian dimana pada tahap ini ada tiga jenis perilaku yang dilakukan oleh konsumen yaitu kontak toko, kontak produk dan transaksi.
·         Kontak toko
               Kontak toko yang dimaksud disini adalah menentukan toko mana yang dituju, melakukan pendekatan atau peninjuan terhadap toko yang menjual produk tersebut. Seperti mengenai kebersihan toko, kenyamanan toko, sikap pramuniaga, tata letak, pelayanan, lokasi toko (strategis/ terjangkau) dan sebagainya. Contoh : menentukan toko, melakukan perjalanan ke toko, masuk ke toko.
·         Kontak produk
         Sedangkan kontak produk yang dimaksud dalam jenis perilaku pembelian ini adalah tahap perhatian dan pemahaman terhadap produk yang akan dibeli. Yaitu dengan meneliti kualitas produk seperti kehigienisan produk, jaminan halal, kemasan, bahan pembuatan, tanggal kadaluarsa, harga produk, berat netto, tata letak produk dan beberapa atribut dari produk yang dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam memutuskan pembelian suatu produk.Contoh : mementukan lokasi produk pada toko, mengambil produk,membawa produk ke kasir.
·         Transaksi
         Tahap transaksi ini terjadi setelah konsumen mengalami proses penerimaan produk dan proses pengambilan keputusan produk mana yang akan dibeli. Proses transaksi ini terjadi antara penjual (produsen) dan pembeli produk (konsumen) dengan harga yang telah disepakati antara keduanya. Dalam tahap ini produsen akan menerima hasil dari produksinya dan konsumen juga mendapatkan produk yang diharapkan yang nantinya akan menimbulkan rasa kepuasan ataupun ketidakpuasan terhadap produk tersebut. Contoh :mempertukarkan uang dengan produk,membawa produk ke lokasi penggunaan.
3. Tahap ketiga pada tahap pembelian ini adalah tahap pascapembelian dimana pada tahap ini ada dua jenis perilaku yang dilakukan oleh konsumen yaitu konsumsi dan komunikasi.
·         Konsumsi
               Jenis perilaku konsumsi pada tahap pascapembelian ini terjadi setelah proses transaksi. Konsumen akan mulai mengkonsumsi produk yang telah dibelinya dan merasakan bukti nyata dari produk tersebut. Setelah mengkonsumsi suatu produk, seorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan tertentu. Perasaan konsumen setelah malakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakan oleh konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut.Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli,kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan. Contoh :penggunaan produk, membuang kemasan yang telah digunakan,melakukan pembelian ulang.

·         Komunikasi
         Pemasar saat ini juga menyadari pentingnya melakuka komunikasi pascapembelian. Banyak perusaahn yang mengirim surat atau brosur untuk memastikan dan memberikan dukungan bahwa keputusan konsumen membeli produk itu tidak keliru. Banyak perusahaan membuka saluran telepon bebas pulsa bagi konsumen yang memerlukan tambahan informasi, ingin bertanya atau mengajukan keluhan terhadap produk yang mereka beli. Banyak pemasare yang menawarkan pemgembalian barang, memberikan uang pengganti dan memperpanjang waktu garansi untuk memastikan kepuasan konsumen.
               Komunikasi pascapembelian dengan pembeli telah terbukti menghasilkan penurunan pengembalian produk dan pembatalan pesanan. Perusahaan-perusahaan komputer dapat mengirim surat kepada pemilik komputer baru sebagai ucapan selamat karena telah memilih komputer yang baik. Mereka dapat memasang iklan yang menampilkan pemilik merek yang puas. Mereka dapat meminta saran perbaikan pelanggan dan membuat daftar lokasi servis yang tersedia. Mereka juga menulis buku petunjuk yang mudah dimengerti. Sebagai tambahan mereka dapat menyediakan saluran yang baik untuk mengobati kekecewaan pelanggan dengan cepat. Contoh :memberikan informasi lain kepada perusahaan,menceritakan pada orang lain tentang pengalaman menggunakan produk, mengisi kartu garansi.











2. Membuat ringkasan mekanisme dari model manajemen perilaku.
            Model manajemen perilaku konsumen menurut Peter dan Olson (1996) adalah sebagai berikut :


 









              
               Tidak
                                                               
                                                                    Ya

                                                                   
                                                                                                          Tidak
                                                                                                        
                                                                       Ya
                                                                     

Ringkasan mekanisme diatas adalah :
            Dalam model manajemen perilaku konsumen ini yang harus diperhatikan,secara berurutan yaitu,
·         Identifikasi perilaku bermasalah,
Permasalahan atau perilaku target (target behavior) adalah perilaku awal dalam urutan yang tidak dinyatakan atau tidak dinyatakan dengan benar atau dalamm frekuensi yang cukup untuk dapat masuk pada perilaku selanjutnya. Suatu perilaku dalam urutan dapat menjadi prilaku bermasalah. Perilaku bermasalah dapat diidentifikasi dengan meguji perbedaan frekuensi perilaku dari satu tahap ke tahap berikutnya. Misalnya, penelitian konsumen menunjukkan beberapa hal sebagai berikut:
1)      Kontak informasi – 90 persen pasar sasaran diekspos pada dua iklan per minggu di rumah mereka pada bulan yang lalu. Tanggapan langsung sebanyak 40 persen; 30 persen menunjukkan mereka menyukai karakteristik produk kami.
2)      Akses dana – 87 persen pasar sasaran membeli merek pesaing yang berharga sama dengan produk kami; 67 persen melakukan pembayaran dengan kartu kredit.
3)      Kontak toko – 96 persen pasar sasaran berbelanja paling sedikit satu kali per minggu di toko di mana merek kami juga dijual; 40 persen mengunjungi lokasi0 rak di sekitar produk kami di tempatkan, satu kali seminggu.
4)      Kontak produk – 30 persen pasar sasaran melakukan kontak visual dengan produk kami; 14 persen mengangkat dan mengamati; 2 persen membawa produk kami.
5)      Transaksi – sedikit kurang dari 2 persen konsumen yang membeli produk kami , sebagian kecil menempatkannya kembali ke rak.
6)      Konsumsi – sebagian besar pembeli menggunakan produk yang dibeli dalam tempo 2 minggu setelah pembelian.
7)      Komunikasi – tidak ada indikasi komunikasi yang nyata dengan konsumen lain; 60 persen kartu garansi dikembalikan dalam tempo 3 minggu.
Tampak bahwa kontak informasi, akses dana, dan kontak toko berjalan dengan baik sekali. Bahkan beberapa tahap dalam kontak produk berjalan dengan baik, tetapi hanya sedikit konsumen yang benar-benar membawa produk tersebut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perilku yang bermasalah adalah kontak produk.
Kadang setelah pengambilan keputusan terhadap suatu produk, konsumen akan mengkonsumsi produk dan akhirnya konsumen akan merasakan kepuasan ataupun ketidakpuasan terhadap produk tersebut. Jika konsumen merasakan kepuasan berarti kinerja produk berada diatas harapan dan itu merupakan sinyal yang baik. Namun jika kinerja produk berada dibawah harapan, maka konsumen akan merasakan ketidakpuasan terhadap produk tersebut,dan hal tersebut menjadi masalah bagi produsen maupun konsumen.Selain itu kadang juga bisa terjadi disonansi kognitif (ketidaknyamanan) biasanya pada merek.
·         Analisis kemungkinan-kemungkinan, Setelah perilaku bermasalah dapat diidentifikasi, kemungkinan-kemungkinan atau hubungan antara perilakku dengan lingkungan harus dianalisis. Di antara kemungkinan yang utama adalah kekuatan persaingan dan keberhasilannya dalam memelihara atau mengubah perilaku konsumen. Kemungkinan lain yang perlu dianalisis adalah pasar sasaran dan elemen-elemen bauran pemasaran, khususnya elemen yang paling berkaitan dengan perilaku yang bermasalah.
          Analisis kemungkinan adalah tahapan yang sangat penting dalam proses keseluruhan, karena tahapan ini merupakan upaya pencarian mengapa suatu perilaku tertentu tidak dinyatakan dengan baik. Walaupun beberapa hal yang dapat mengubah perilaku hanya berfokus pada interaksi perilaku-lingkungan, peninjauan terhadap variabel pengaruh dan kognitif juga dapat menjadi sumber informasi yang berharga. Oleh karena itu, penelitian pada persepsi dan sikap konsumen dapat sangat bermanfaat untuk menyelidiki permasalahan dan menganalisis kemungkinan yang ada.
          Kembali pada contoh di mana kontak produk adalah perilaku yang bermasalah, analisis kemungkinan dapat dimulai dari membandingkan antara produk kita dan kemasannya dengan produk pesaing yang berhasil. Kita dapat menyelidiki langsung kemungkinan lain seperti peredaan kemasan, label, petunjuk penggunaan, warna, dan penetapan harga.
Kadang kala setelah konsumen merasakan ketidakpuasan terhadap produk maupun disonansi kognitif kemungkinan konsumen akan membuang atau mengembalikan produk tersebut. Mereka mungkin juga mengambil tindakan publik seperti mengajukan keluhan ke perusahaan, pergi ke pengacara, atau mengadu ke media massa atau ke kelompok-kelompok lain(seperti lembaga konsumen,lembaga bisnis,swasta atau pemerintah). Tindakan pribadi dapat berupa memutuskan untuk berhenti membeli produk tersebut(pilihan untuk keluar) atau mengingatkan teman-teman (pilihan untuk berbicara). Dalam semua kejadian itu penjual telah gagal memuaskan pelanggan.
·         Mengembangkan & menerapkan strategi perubahan perilaku, Setelah perilaku bermasalah dapat dijabarkan dan kemungkian-kemungkinan yang mengitarinya telah dapat dianalisis, selanjutnya adalah pengembangan dan penerapan strategi perubahan perilaku (behavior change strategy). Strategi tersebut dapat menggunakan berbagai proses yang telah didiskusikan sebelumnya seperti perkuatan positif, perkuatan negatif, pembentukkan, pengkondisian klasik, atau pemodelan.
        Kembali ke contoh di atas, misalkan analisis yang dilakukan menunjukkan suatu perbedaan penting antara produk kita dan produk pesaing yang berhasil. Kemasan pesaing memberikan petunjuk perakitan dan penggunaan yang rinci, sementara kemasan kita hanya memberikan arahan yang cenderung umum. Kita dapat memutuskan untuk memperbaiki petunjuk penggunaan dan juga menambahkan gambar model perakitan dan penggunaan produk dengan tepat serta dapat menuliskan nomor telepon bebas pulsa bagi konsumen yang membutuhkan informasi tambahan.
Terkadang setelah terjadi kemungkinan-kemungkina yang akan merugikan produsen maka perlu dikembangkan dan diterapkan strategi perubahan perilaku yaitu salah satunya dengan iklan.Untuk konsumen yang mengalami disonansi kognitif menggunakan berbagai startegi dalam upaya untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan. Mereka berupaya mencari kepastian dan pendapat dari orang lain untuk membenarkan keputusan pembelian yang telah dilakukannya yaitu dengan cara merendahkan sikap atau pendapat yang mendukung merek yang tidak terpilih; menolak atau menyimpangkan informasi yang tidak mendukung keputusan yang dibuat atau; mencari informasi atau pandangan yang mendukung keputusan yang dibuat. Sumber informasi pendukung yang penting dalam mengatasi disonansi kognitif ini adalah iklan.
 Dalam hal ini konsumen akan lebih memperhatikan  iklan yang mempromosikan merek yang telah dibeli. Dengan demikian adalah penting bafi perusahaan untuk beriklan dalam upaya memperkuat keputusan konsumen yang telah membeli merek produk perusahaan itu. Sedangkan untuk ketidakpuasan konsumen, perusahaan harus bisa memperbaiki kulaitas dan kekurangan dari produk dan langsung memberikan bukti nyata pada konsumen mengenai produknya.
·         Ukuran perubahan perilaku  pada konsumen setelah adanya strategi diatas yaitu konsumen akan mulai terangsang atau tertarik terhadap produk tersebut meskipun dalam proses pemahaman dan penelitian lebih lanjut. Setelah menerapkan strategi, perilaku sasaran harus kembali diukur untuk menentukan apakah permasalahannya telah dipecahkan atau belum. Jika perilaku belum berubah sepenuhnya, kita harus menganalisis ulang kemungkinan yang ada dan mengembangkan strategi intervensi baru.
          Seberapa banyak perilaku yang harus diubah agar suatu strategi dapat berhasil tergantung pada sasaran pemasaran yang hendak dicapai, perilaku yang bermasalah, dan situasi.
·         Memelihara perilaku, Jika suatu strategi yang baru ternyata berhasil mengembangkan sejumlah tertentu perilaku, kita harus memikirkan metode untuk memelihara perilaku tersebut. Karena sebagian besar perilaku konsumen bersifat kebiasaan, maka memelihara perilaku biasanya jauh lebih mudah dan lebih murah daripada mengembangkannya.
          Setelah suatu perilaku dapat dikembangkan, biaya promosi biasanya dapat diturunkan dan selanjutnya perilaku dapat dipelihara dengan biaya yang lebiih murah. Di samping pengubahan dan kemudian pemeliharaan perilaku yang sebelumnya merupakan suatu masalah, untuk itu harus diteliti apakah perilaku lainnya saat ini telah dapat dilakukan dengan benar, dan dilakukan dengan frekuensi yang cukup untuk dapat mencapai sasaran yang ditetapkan.



·         Evaluasi untuk meningkatkan kinerja, Tanpa memperhitungkan sejauh mana keberhasilan suatu strategi pemasaran, pasti selalu ada ruang untuk perbaikan. Secara umum, strategi pemasaran harus dipantau agar diperoleh metode yang efisien untuk memelihara dan meningkatkan perilaku. Sebagian perilaku konsumen dapat menurun frekuensinya karena adanya perubahan lingkungan. Meskipun model ini memberikan suatu langkah sistematis untuk menciptakan pengembangan strategi pemasaran yang berfokus langsung pada perilaku konsumen, namun tidak dapat menggantikan analisis situasional seperti pemantauan yang ketat dan tanggapan terhadap strategi pesaing. Jadi sejumlah upaya telah dilakukan untuk mendemonstrasikan bahwa analisis tambahan terhadap variabel kognitif dan pengaruh dapat meningkatakan keefektifan pendekatan perilaku.

Tugas Kegiatan Pembelajaran 3
1. Mendiskripsikan definisi konsep kepuasan dan loyalitas.
Konsep Kepuasan
  1. Menurut Kotler, kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya.
  2. Menurut Wilkie, mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai suatu tanggapan emosial pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa.
  3. Menurut Rangkuti, kepuasan adalah mengukur sejauh mana harapan pelanggan terhadap produk atau jasa yang diberikan dan telah sesuai dengan aktual produk atau jasa yang ia rasakan.
  4. Menurut Eangel, kepuasan pelanggan merupakan evaluasi purna beli di mana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan pelanggan timbul apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan pelanggan.

Dari beberapa uraian definisi mengenai kepuasan, maka secara umum kepuasan dapat diartikan sebagai suatu perbandingan antara layanan atau hasil yang diterima konsumen dengan harapan konsumen. Dimana layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen, atau bahkan melebihinya.
Ada dua macam kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan:
1. Kepuasan Fungsional, merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misalnya dengan makan, membuat orang menjadi kenyang dan tubuhnya sehat
2. Kepuasan Psikologikal, merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tak berwujud atas pembelian produk. Misalnya orang akan bangga bila mengendarai mobil BMW.
Teori kepuasan adalah teori yang menjelaskan proses terbentuknya kepuasan atau ketidak puasan konsumen. Disini maksudnya adalah dampak perbandingan antara harapan konsumen sebelum pembelian atau konsumsi dengan kinerja sesungguhnya yang diperoleh oleh konsumen. Perbandingan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi  disconfirmatian  dan confirmation  yaitu :
a.      Positif Disconfirmation  yaitu, kinerja sesungguhnya lebih besar dari pada harapan konsumen.
b.      Simple confirmation  yaitu, kinerja seseungguhnya sama dengan harapan konsumen.
c.       Negative Disconfirmation  yaitu, kinerja sesungguhnya lebih kecil dari pada harapan konsumen.
Kita dapat mengetahui rasa puas atau tidak puas konsumen terhadap suatu produk atau merk dapat dilihat dari pasca konsumsi. Disini maksudnya adalah jika konsumen itu puas terhadap suatu produk maka, akan mendorong konsumen untuk mengulang perilaku pembelian atau konsumsi tersebut dan sebaliknya. Jika konsumen itu tidak merasa puas terhadap suatu produk maka, akan menimbulkan kekecewaan bahkan konsumen itu dapat menghentikan atau tidak mengulang perilaku pembelian atau konsumsi pada produk itu lagi.
Disini dapat dikatakan bahwa kepuasan dan ketidakpuasan konsumen dalam mengkonsumsi suatu produk  merupakan hasil evaluasi yang didapat dari pengalaman saat menggunakan atau mengkonsumsi suatu produk.
Tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk ini dapat diketahui dalam bentuk penelitian yang dapat langsung diterapkan pada atribut produk dengan beberapa dimensi. Dimensi dapat dibagi enjadi 2 yaitu, kualitas pelayanan dan kualitas produk. Disini pada setiap dimensi dapat dijadikan dasar untuk mengidentifikasi atribut yang dipertimbangkan pada suatu penelitian.
Konsep Loyalitas
Secara harfiah loyal berarti setia, atau loyalitas dapat diartikan sebagai suatu kesetiaan. Kesetiaan ini timbil tanpa adanya paksaan, tetapi timbul dari kesadaran sendiri pada masa lalu. Usaha yang dilakukan untuk menciptakan kepuasaan konsumen lebih cenderung mempengaruhi sikap konsumen. Sedangkan konsep loyalitas konsumen lebih menekankan kepada perilaku pembeliannya.
Istilah loyalitas sering kali diperdengarkan oleh pakar pemasaran maupun praktisi bisnis, loyalitas merupakan konsep yang tampak mudah dibicarakan dalam konteks sehari-hari, tetap menjadi lebih sulit ketika dianalisis makananya. Dalam banyak definisi Ali Hasan menjelaskan loyalitas sebagai berikut:
1.      Sebagai konsep generic, loyalitas merek menujukkan kecenderungan konsumen untuk membeli sebuah merek tertentu dengan tingkat konsistensi yang tinggi.
2.      Sebagai konsep perilaku, pembelian ulang kerap kali dihubungkan denga loyalitas merek (brand loyality). Perbedaannya, bila loyalitas merek mencemirkan komitmen psikologis terhadap merek tertentu, perilaku pembelian ulang menyangkut pembelian merek yang sama secara berulang kali.
3.      Pembelian ulang merupakan hasil dominasi (1) berhasil membuat produknya menjadi satu-satunya alternative yang tersedia, (2) yang terus – menerus melakukan promosi untuk memikat dan membujuk pelanggan membeli kembali merek yang sama.
Loyalitas konsumen pada suatu produk dapat diartikan sebagai pembelian atau pengkonsumsian secara berulang dan terus menerus pada produk yang sama selama dalam kurun waktu tertentu. Pada perilaku konsumen, kita dapat mengukur loyalitas terhadap suatu produk melalui :
a.       Saat konsumen ingin membeli suatu produk yang dicari tidak tersedia di tempat pembelian sehingga konumen mencari di tempat lain yang ada produk tersebut. Hal ini dapat diidentifikasi beberapa jenis tindakan yaitu jika konsumen loyal terhadap suatu produk maka akan menunda pembelian dan mencari produk tersebut di tempat lain. Sedangkan konsumen yang tidak loyal terhadap suatu produk maka akan mencari merk lain, membeli jenis lain, dan membeli alternatifnya.
b.      Membandingkan jumlah pembelian produk tersebut saat sekarang dengan yang akan datang atau sebelumnya, apakah terjadi perubahan (terjadi keadaan loyalitas atau tidak).
Dari berbagai uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa loyalitas pelanggan meruapakan sebuah sikap yang menjadi dorongan perilaku untuk melakukan pembelian produk/jasa dari suatu perusahaan yang menyertakan aspek perasaan didalamnya, khusunya yang membeli secara teratur dan berulang-ulang dengan konsistensi yang tinggi, namun tidak hanya membeli ulang suatu barang dan jasa, tetapi juga mempunya komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan yang menawarkan produk/ jasa tersebut.

2. Mengidetifikasi variabel dari kedua konsep.
Kepuasan dan loyalitas konsumen terhadap suatu produk sangat terikat satu sama lain karena ada hubungannya atau terikat erat dengan jenis perilaku pada tahap pasca pembelian atau konsumsi.
Variabel Kepuasan
Kepuasan merupakan tingkat perasaan konsumen yang diperoleh setelah konsumen melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara yang diharapkan konsumen (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan perusahaan (perguruan tinggi) di dalam usaha memenuhi harapan konsumen.
Soelasi mengemukakan bahwa :
  1. nilai harapan = nilai persepsi konsumen puas
  2. nilai harapan < nilai persepsi maka konsumen sangat puas
  3. nilai harapan > nilai persepsi maka konsumen tidak puas.
Nilai harapan dibentuk melalui pengalaman masa lalu, komentar atau saran dari pengguna dan informasi dari pesaing. Adapun nilai persepsi adalah kemampuan perusahaan di dalam melayani memuaskan konsumen.
Menurut Dutka (1994:41), variabel kepuasan konsumen merupakan atribut-atribut dari kepuasan konsumen itu sendiri secara universal, yaitu :
1.        Attributes related to the product, yaitu :
a.       value-price relationship, merupakan faktor sentral dalam menentukan  kepuasan konsumen, apabila nilai yang diperolah konsumen melebihi apa yang dibayar, maka suatu dasar penting dari kepuasan konsumen telah tercipta.
b.      product quality, merupakan penilaian dari mutu suatu produk.
c.       product benefit, merupakan manfaat yang dapat diperoleh konsumen dalam menggunakan suatu produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dan kemudian dapat dijadikan dasar positioning yang membedakan perusahaan tersebut dengan perusahaan lainnya.
d.      product features, merupakan ciri-ciri tertentu yang dimiliki oleh suatu produk sehingga berbeda dengan produk yang ditawarkan pesaing.
e.       product design, merupakan proses untuk merancang gaya danfungsi produk yang menarik dan bermanfaat.
f.       product reliability and consistency, merupakan keakuratan dan keterandalan produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu dan menunjukkan pengiriman produk pada suatu tingkat kinerja khusus.
g.      Range of product or service, merupakan macam dari produk/jasa layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.
2.      Attributes related to service, yaitu :
a.       guarantee or warranty, merupakan jaminan yang diberikan oleh suatu perusahaan terhadap produk yang dapat dikembalikan bila kinerja produk tersebut tidak memuaskan.
b.      delivery, merupakan kecepatan dan ketepatan dari proses pengiriman produk dan jasa yang diberikan perusahaan terhadap konsumennya.
c.       complaint handling, merupakan penanganan terhadap keluhan yang dilakukan oleh konsumen terhadap perusahaan.
d.      resolution of problem, merupakan kemampuan perusahaan dengan serius dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh konsumen.
3.      Attributes related to purchase, yaitu :
a.       courtesy, merupakan kesopanan, perhatian, pertimbangan, keramahan yang dilakukan karyawan dalam melayani konsumennya.
b.      communication, merupakan proses penyampian informasi yang dilakukan oleh karyawan perusahaan kepada konsumennya.
c.       ease or convenience acquisition, merupakan kemudahan untuk mendapatkan pengetahuan tentang produk dari perusahaan.
d.      company reputation, adalah reputasi yang dimiliki perusahaan dapat mempengaruhi pandangan konsumen terhadap perusahaan tersebut yang akan mengurangi ketidakpastian dan resiko dalam keputusan pembelian.
e.       company competence, adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mewujudkan permintaan yang diajukan oleh konsumen dalam memberikan pelayanan
Variabel Loyalitas
Loyalitas pelanggan merupakan salah satu tujuan inti yang diupayakan dalam pemasaran modern. Hal ini dikarenakan dengan loyalitas diharapkan perusahaan akan mendapatkan keuntungan jangka panjang atas hubungan mutualisme yang terjalindalam kurun waktu tertentu.
Menurut Kotler (2001), loyalitas dapat dicapai melalui dua tahap :
a.    perusahaan harus mempunyai kemampuan dalam memberikan kepuasan kepada konsumennya agar konsumen mendapatkan suatu pengalaman positif, berarti pembelian ulang diprioritaskan pada penjualan sebelumnya.
b.    perusahaan harus mempunyai cara untuk mempertahankan hubungan yang lebih jauh dengan konsumennya dengan menggunakan strategi Forced Loyalty (kesetiaan yang dipaksa) supaya konsumen mau melakukan pembelian ulang.


3.  Membuat definisi operasional dan pengukuran variabel dari setiap konsep.
Variabel mengandung pengertian ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. Pengertian lain bahwa variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep tertentu. Selain itu, variabel merupakan suatu obyek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.
Pengukuran variabel adalah proses menentukan jumlah atau intensitas informasi mengenai orang, peristiwa, gagasan, dan atau obyek tertentu serta hubungannya dengan masalah atau peluang bisnis. Dengan kata lain, menggunakan proses pengukuran yaitu dengan menetapkan angka atau tabel terhadap karakteristik atau atribut dari suatu obyek, atau setiap jenis fenomena atau peristiwa yang mengunakan aturan-aturan tertentu yang menunjukkan jumlah dan atau kualitas dari faktor-faktor yang diteliti. Proses Pengukuran  Terdiri dari :
1. Pembentukan “ constract “ (Construct Development)
2. Skala Pengukuran (Measurement Scale)
Definisi operasional merupakan suatu definisi yang menyatakan secara jelas dan akurat mengenai bagaimana suatu konsep atau constract tersebut diukur atau dapat juga dikatakan sebagai pengukuran dengan melihat dimensi perilaku, aspek, atau karakteristik yang ditunjukkan oleh suatu konsep. Pengertian lain bahwa definisi operasional adalah semacam petunjuk kepada kita tentang bagimana caranya mengukur suatu variabel. Selain itu, definisi operasional merupakan informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang sama. Karena berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan demikian ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.


Definisi Operasional Variabel
Definisi suatu konsep atau constract merupakan suatu definisi yang menyatakan secara jelas dan akurat mengenai bagaimana suatu konsep atau constract tersebut diukur. Pengukuran dengan melihat dimensi perilaku, aspek, atau karakteristik yang ditunjukkan oleh suatu konsep. Merumuskan definisi operasional variabel perlu memperhatikan definisi teoritiknya dan kebutuhan kondisi teknik di lapangan. Jadi perlu memperhatikan keterkaitan dengan standarisasi pengukuran misalnya : pengertiannya, bagaimana cara mengukur, apa alat ukurnya, dan kriteria hasil pengukuran.
Skala Pengukuran
Pada dasarnya terdapat 4 jenis skala pengukuran, yaitu :
1.Skala Nominal, adalah skala yang memungkinkan peneliti mengelompokkan subyek kedalam katagori atau kelompok.
2.Skala Ordinal, Skala Ordinal tidak hanya menyatakan katagori tapi juga menyatakan peringkat katagori tersebut. Skala Ordinal menjawab atas suatu pertanyaan, responden diminta untuk memberikan urutan alternatif jawaban yang paling sesuai.
3.Skala Interval, Skala Interval memungkinkan mengukur beda antara dua titik dalam skala, menghitung means dan standar deviasi data.
4.Skala Rasio, merupakan kedudukan data yang tertinggi, dimana memiliki nilai nol yang orisinal.
Bentuk-Bentuk Data
1.      Deret waktu (Times Series)
Pengamatan data misal harga saham berdasarkan perkembangan dari waktu kewaktu, misal perkembangan harga saham dari hari kehari berikutnya.
2.      Lintas sektor (Cross section).
Data untuk suatu kelompok (group) misal data-data industri garmen pada tahun tertentu saja.
3.      Gabungan keduanya (Pool).
Data-data untuk industri garmen yang diambil dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2007.
4. Mengekplorasi pengalaman pribadi dari model Expectancy disconfirmation.
            Pengalaman saat membeli produk dari MC’ Donalds. Disini kami merasa puas karena pelayanan yang menarik konsumen dan fasilitas yang sangat memadai sehingga membuat kami dimanjakan untuk membelinya kembali. Akan tetapi disini juga ada titik ketidak puasan terhadap volume produk terutama pada nasi karena volume nasinya yang sedikit dan lauknya yang volumenya besar.
Disini dapat kami simpulakn bahwa kepuasan yang terjadi adalah simple confirmation terjadi bila kinerja sesungguhnya sama dengan harapan konsumen.
Karena kita tahu pelayanan dan kualitas perusahaan MC’ Donalds sangt memuaskan jadi kenerjanya sesuai dengan kinerja para karyawan atau pemasar.
Disini tidak terjadi adanya loyalitas dapat diartikan karena kami hanya membeli satu kali tapi meskipun hanya berkunjung satu kali tapi pelayanannya sangat menarik. Kita tahu bahwa loyalitas merek dapat diartikan sebagai pembelian berulang yang terus menerus dari merek produk yang sama selama dalam kurun waktu tertentu. Kendala terjadinya loyalitas karena harga yang sangat mahal untuk ukuran mahasiswa dan tempat yang jauh, sehingga untuk mendapatkan produk tersebut harus menguras uang yang banyak dan menempuh jarak yang sangat jauh.
Menurut kami, proses adanya kepuasan mulai dari informasi karyawan yang membuat kami mendapatkan sebuah pengetahuan tentang MC’Donalds dan bagaimana proses sampai menjadi sebuah produk. Dan kemudian kami mencicipi salah satu produk dan kami sangat puas dengan produk dan pelayanannya.











DAFTAR PUSTAKA

http://www.orientalscholar.com/OrientalScholar/pages/download.jsp?path=c:/osWorks/OrientalScholar/pubDirApproved/FakultasEkonomiUNIKA/journals/visi/sample/sample.pdf&fileName=sample.pdf
ilmumanajemenpemasaran.wordpress.com
www. concern. com

Kamis, 31 Mei 2012

Aku Dan Dia

AKU DAN DIA

Setiap Nama Memiliki Arti
Nama yang Indah Membuat Orang Membacanya Menjadi Indah
Keindahan Nama Diriku dan Dirimu Untuk Menjadi Satu
Dua Kata
Dua Nama
Dua Inasan
Satu Arti
"Shoimus & Devi"

Video Untuk Kita


Kamis, 29 Maret 2012

Cerpen : My April

My April


3 April 1990, tanggal kelahiranku tepatnya pada bulan puasa dan muncullah nama Mohammad Shoimus Sholeh. Nama yang sangat indah bila dilihat dari segi bacaan dan arti. Shoimus, bila di ucap terasa unik dengan arti yang begitu mulia yaitu orang yang berpuasa. Sholeh, berarti identik dengan baik dan mempunyai makna positif. Bersyukur sekali hati ini dengan nama yang melekat pada diriku meskipun meninggalkan beban karena aku belum mampu menjadi seorang yang sesuai dengan nama ini. Aku tinggal di pulau terpencil, tempatnya indah nan sejuk, budaya disana masih melekat erat, kebersamaan masih di pegang teguh dan saya sebut tempat itu dengan nama Madura. Dari kecil aku selalu di kelilingi kebahagiaan, ketentraman canda dan tawa meski terkadang harus merasakan duka dan kesedihan hingga saat ini saya telah menginjakkan kaki di atas seragam SMA. Saya sekolah di SMA terpopuler di Kota Pamekasan tepatnya di SMAN 2 Pamekasan Madura. Dan sekarang sudah duduk di kelas 2 IPA 3. 

“Soimus....,!! bangun... bangun... sudah subuh..!!” suara ibuku menggelitik telingaku. “ya mi...” ku jawab dengan rasa ngantuk yang masih membebani badanku. Saya langsung mengambil wudhu’ dan sholat berjama’ah bersama bapak, ibu serta adekku. Habis subuh, kami semua kembali pada kegiatan masing-masing. Ibu memasak, Bapak menyelesaikan pekerjaannya, Adikku belajar, sedangkan aku meononton berita di TV. ...................................................

Jam sudah menunjuk pukul 6:30 WIB. “Bos..... ayok berangkat” suara temenku terdengar di depan rumah yang bernama Dani. Kami berteman sejak kecil, TK, SD, SMP sampai kita bersama-sama masuk dalam dunia remaja SMA, tetapi kali ini saya tidak sekelas dengan ia karena ia beda jurusan denganku. Berangkat sekolah dan bermain selalu bersama-sama. Saya sudah menganggap ia sebagai saudara sendiri. Saya langsung mengampiri dengan tergesa-gesa. “ayok tancap.....!!” jawab saya. Jam 6:45 kami sudah di depan pintu kelas. Aku belum sempat duduk tiba-tiba ada suara perempuan menyapaku. “Mus, tugasmu sudah pa belum?” tanyak fina sembari mengampiriku. Ia merupakan salah satu temenku yang sering ku ajak bercanda. Orangnya suka ketawa dan selalu ngerjain aku. “sudah donk......!!” jawabku dengan penuh riang. Fina langsung duduk di sampingku untuk mengerjakan tugasnya. Perasaan saya waktu itu tidak bisa di ungkapkan karena pertama kali duduk berdua dengan seorang perempuan. 

“Mus”!!, teman bangkuku mengagetkanku dari belakang dengan sedikit tepukan ke bahuku namanya Rosi. “kurang hajar.., ganggu aku saja”. Hati kecilku berbicara. Kemudian Fina pindah ke bangkunya karena Rosi mau duduk. Bunga yang sudah mau mekar di hatiku kembali layu. “Mus besok ya?”. Kata Rosi sambil menggelitikku. “Kamu ini ganggu saja, gak lihat tadi suasananya sudah mendukung, Emanya besok ada apa?”. Tanyaku yang kebingungan. “masak kamu lupa? Awas lupa beneran”. Jawab Rosi sambil ketawa. “oh ya chuy... aku hampir lupa kalau besok aku harus ke Amerika untuk studytour, hahaha”. Kataku dengan nada bercanda. Rosi kemudian mengeluarkan selembar kertas kosong sambil berkata “ya sudahlah, besok pasti kamu tau kalau kamu......”. Tring.......................................... bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. Aku langsung merapikan tempat duduk karena pelajaran jam pertama gurunya tidak begitu disukai oleh teman-teman.

Suasana hening dan ribut silih berganti menghiasi kelasku sampai mata pelajaran sekolah selesai jam 13:30. Saat aku keluar selangkah dari kelasku teman-temanku menyapa silih berganti. “Besok ya mus...”, besok ya.., ya jangan lupa?”. Aku langsung bingung dengan perkataan teman-temanku sambil tersenyum dan berfikir dengan apa yang dimaksud teman-temanku. 

Waktu mau pulang Fina mencegatku di depan pagar sekolahan. Aku masih menunggu Dani yang sedang mengambil sepeda motor. “Door.......”. Tapi aku sudah terbiasa di kejutkannya. “kamu jualan petasan ya Fin? Tiap aku pulang sekolah selalu Daar.... Door....Darr...Dorr.... .” sanggahku. “Ehm... Awas besok jangan lupa?”. Tanyak Fina sambil tersenyum. “Emangnya kenapa? Da tugas sekolah ya besok?”, Jawab dan tanyaku. Kemudian Fina lewat di depanku sembari pulang dan berkata “Duh.... ya lihat saja deh besok”. Aku tambah penasaran dan bertanya-tanya memangnya besok ada acara apa yah. “Ayo bos tancap”, suara Dani sambil mengegas sepeda motornya. Kemudian kita pulang. ................................................................................. 

Jam 15:30, aku, Dani dan teman-teman kampungku bermain bola. “Gool......” ekpresiku daat mencetak gol terakhir dengan score kemenangan 3-1. Kami beristirahat sejenak untuk melepaskan rasa penat yang sangat. Aku dan teman-teman pulang dan seperti biasa aku di anter pulang sama Dani. Sesudah di depan rumah, ia berkata ”Bos...... jangan lupa ya besok??” sembari ia menancapkan gas untuk pulang. Saya tambah bingung dengan perkataan besok. Aku bertanya-tanya sendiri dan berfikir memangnya besok ada apa?. Aku langsung menuju ruang dapur. “Mi, besok hari apa?” tanyaku sambil tersenyum untuk menghapus lelahnya Ibuku yang sedang memasak. “kamis”. Jawaban Ibuku yang sangat singkat dan terlalu singkat menurutku untuk menjawab pertanyaanku. Aku langsung menuju kamar untuk beres-beres dan istirahat sejenak. .................................................................................. 

Jam 23:30, aku belum memejamkan mata hanya berfikir tentang besok. Pasti ada maksud di balik perkataan yang selalu berulang-ulang. Besok hari apa ya? Ada apa ya? Kenapa ya?. Aku tak mampu lagi dengan apa yang di maksud teman-temanku. Kemudian aku teringat sesuatu dan langsung melihat calender. Ternyata besok tanggal 1 April, saya kira tanggal kelahiranku. Aku keluar rumah untuk menenangkan hati sambil melihat bintang-bintang. Tapi saat itu langit mendung, tidak ada 1 bintangpun yang ku lihat, Bulanpun tak nampak cahayanya, hanya angin malam dan suara-suara hewan yang jadi penghias malam itu. Aku kembali masuk rumah dan pergi ke kamarku. Mataku belum mengantuk. Aku langsung duduk di depan komputer kemudian secara tidak sengaja aku berfikir untuk membuat sebuah cerpen. 

Jam 12:00 aku mulai mengetik membuat cerpen. Cerpen yang kubuat adalah kejadian tadi pagi mulai saat ibuku membangunkanku untuk sholat subuh. Tidak sulit untuk memulainya karena yang ku tulis adalah yang ku alami. Tapi tangan ini berhenti bergerak dan tak bisa mengetik lagi saat ceritanya sampai di saat dimana tangan ini berhenti bergerak dan tak bisa mengetik lagi. Karena yang ingin ku tulis adalah kejadian yang benar-benar terjadi aku tidak bisa melanjutkannya karena hari besok belum tiba. Untuk menyelesaikan cerpenku terpaksa aku melanjutkannya dengan imajinasiku dan khayalku sampai tulisan ini berhenti di titik terakhir. Sebelum aku melanjutkan, teringat bahwa cerpen ini belum ku beri judul. Sekarang kebingunganku bertambah karenah hal kecil yaitu judul cerpen yang akan ku cantumkan. Kini fikiranku fokus pada judul cerpen. Sejenak mukaku menjadi berseri karena aku ingin cerpen ini merupakan hadiah dari ulang tahunku. “My April” judul yang ku pilih sesuai dengan tanggal lahirku meskipun kejadian tersebut bukan pada tanggal My April melainkan pada tanggal 1 April, tapi menurutku sama saja yaitu sama-sama pada bulan april. Dan disini dapat ku simpulkan bahwa isi cerpen ini merupakan kejadian sebenarnya sebelum ku menulis judul My April dan merupakan kejadian khayalan setelah ku menulis My April. 

Umumnya pada tanggal lahir seseorang di rayakan dengan berbagai bentuk dan berakhir dengan kebahagiaan karena mereka berkumpul dan bercanda tawa dengan keluarga, kerabat dan teman. Disini aku menulis hal yang berbeda pada cerpen ini, dimana pada ulang tahunku berakhir dengan duka dan tangis. Tidak ada kebahagiaan dan senyuman, hanya sebuah ratapan penyesalan. Aku mulai mengetik sampai tertidur di depan komputer. 

“Bangun 3x.....!!! seperti biasa suara ibuku. Aku bangun dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Aku teringat bahwa cerpenku tadi malam belum ku save. Untung bisa di repair dan aku langsung menyimpannya. Di dekat komputer aku melihat buku kimia yang terbuka dan aku terkejut. PRku belum ku kerjakan. Tidak masalah, karena aku cukup pintar dalam pelajaran kimia. 30 menit cukup untuk menyelesaikannya. HPku berbunyi. “Mus jangan lupa ya... aku buatin surat tidak masuk sekolah? Doain mudah-mudahan menang”. SMS dari Rosi. Aku sadar bahwa yang dimaksud besok adalah jangan lupa besok buatin surat. Karena aku tahu hari ini ia ada pertandingan badminton dan sudah mencapai final. “Siap chuy..” ku balas SMSnya. 

“Bos..... cepat..!!! Dani memanggilku dengan tancapan gas sepeda motor yang agak berbeda. Aku keluar dengan sepotong roti di tangan kananku, langsung aku melihat ke arahnya dan terkejut. Dia tersenyum lebar dengan wajah yang berseri-seri dengan kebahagiaanya. Wah, rupanya dia baru di belikan sepeda motor baru. Aku baru mengerti bahwa maksudnya besok adalah ia besok akan mempunyai motor baru. “huh... gaya sekarang..” kataku sambil mengejek. Kemudian kita lansung tancap ke sekolahan. 

Di depan pintu aku sudah melihat anak-anak dan mereka fokus ke arahku. Aku sedikit bingung dengan tatapan mereka. “Mana tugasmu? Sudah kan..? ayo nyontek..!!” Ucap sebagian temanku. Aku baru faham yang di maksud besok oleh teman-temanku. Ternyata mereka lagi menunggu jawaban PR kimia karena aku lumayan pintar dalam hal kimia dan aku juga di anggap anak kesayangan ibu guru kimia. Tapi dalam mata pelajaran yang lain aku seperti semut yang kelaparan. Fina baru masuk ke kelas. Wajahnya yang sekarang sepertinya berbeda. Jika di ibaratkan bulan seperti tanggal 15 dengan bulan puranama. Semua teman-teman menghampirinya dan bersalaman. “Selamat ulang tahun ya, mudah-mudahan berkah dan sukses”. Aku mengerti maksudnya besok yang dikatakan Fina. Ternyata hari ini ia ulang tahun. Aku berdiri dan tersenyum sambil merayu dengan ucapan “Selamat ulang tahun friend mudah-mudahan tambah cantik hatinya”. Ucapku dengan nada sedikit bercanda. Dia hanya membalas dengan senyuman dan berkata. “Cuma itu? Kadonya mana nih?”. Aku hanya membalas dengan candaan. “ lihat saja nanti”. Jawabku. Bell masuk sudah berbunya. Kami menjalankan aktivitas sebagai anak sekolahan yaitu belajar sampai dengan jam 13:00. Dan kami pulang. ........................................................................... 

Setelah sampai di rumah aku langsung menuju ke depan komputerku. Aku hapus semua cerita yang kutulis setelah ku menulis judul 3 April karena cerita itu merupakan cerita khayalan dan ingin ku ganti dengan kejadian hari ini. Hampir sempurna tulisan ini. Pada akhir cerpenku ku ungkapkan sebuah kejadian yang berujung pada kebahagiaan karena memang benar kebahagiaan menyelimuti hari ini. Dani memperoleh sepeda baru, Rosi juara badminton se Pamekasan tingakat SMA, Fina ulang tahun dan temen-temanku sangat senang karena bisa mengerjakan PR kimia meskipun harus sedikit menyontek. Tapi aku ingin cerpenku berbeda. ”sekarang kan tanggal 3 Februari bukan tanggal 3 April, judul cerpen ini kan 3 April sesuai tanggal lahirku. Aku ingin akhir cerita ini berkahir duka dan tangis biar cerpen ini mengenang”. Bisik hatiku. Aku langsung melanjutkan cerpennya dengan akhir yang menyedihkan. Aku mulai mengarang kejadian setelah jam menunjukkan 14:00 karena sekarang sudah menunjukkan pukul 14:00. Jadi dapat saya simpulkan bahwa cerpen ini adalah kejadian nyata sebelum pukul 14:00 dan hanya sebuah khayalan setelah pukul 14:00. ..................................................................................... 

Untuk kedua kalinya aku tertidur di depan komputer gara-gara membuat cerpen. Aku bangun dari tidur, dan aku tak sengaja melihat Jam dinding menunjukkan pukul 21:00, aku terkejut karena lupa kalau hari ini ada acara festival di Gedung Serba Guna di kota Pamekasan yang diadakan oleh SMAN 2 Pamekasan yang dilaksanakan mulai jam 18:30 – 22:00. Aku lihat HP ada 16 miscall dan 14 pesan dari teman-teman. Ternyata arti besok dari Dani, Rosi, Fina dan teman-temanku adalah besok aku akan di panggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan prestasi. Dan aku lupa akan hal itu. Aku baca sebagian sms dari temaku. “Benar kan qm lupa, kok qm gak datang?”. SMS dari Fina. “Mus lupa ya kamu kalau hari ini da festifal? Padahal kemaren udah tak ingetin”. SMS Rosi. “Aku berangkat dulu bos, kamu di bangunin sama aku dan ibumu tapi tidak bangun-bangun. Kata ibumu sudah biarin saja mungkin ia kecapean”. SMS Dani. 

Aku tergesa-gesa karena pukul 21:30 merupakan moment yang sangat ku tunggu karena sesi pembagian penghargaan dan aku mendapatkan juara ke-3 lomba kimia se SMAN 2 Pamekasan yang diikuti seluruh siswa kelas 1, 2 dan 3. Aku tak ingin melewatkan saat aku di sebut Mohammad Shoimus Sholeh kelas 2 IPA3. Aku langsung cuci muka dan bergegas mengeluarkan sepeda motor setelah berpakaian rapi. Dengan kecepatan yang tak biasanya ku melaju. Setengah perjalanan sudah ku tempuh.
Tiba-tiba...Brraaak.......

Ku tak tahu apa yang terjadi. Hanya teringat semua masa lalu yang terekam dalam memori ini. Seperti sedang memutar kejadian yang ku alaim. Warna yang kulihat hanya hitam dan putih. Kepala ini seperti berputar-putar dengan beberapa benturan yang kurasakan kemudian mata ini tertutup dengan sedikit tetesan air mata.
Saya tidak tahu apa yang terjadi padaku. Tak ada cahaya dan hanya kegelapan yang kurasakan. Badanku terasa tidak bisa di gerakkan dan tak ada angin yang berhembus waktu itu. Aku sangat takut, takut yang sangat ku rasakan. Tidak tahu harus berbuat apa karena ku tak mengerti aku lagi dimana dan aku sendiri lagi ngapain. Tiba-tiba ku mendengar gemuruhan suara seperti orang yang lagi menangis, tapi ku tak tahu apa yang terjadi, aku hanya merasakan hal itu. Aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Aku tak mampu mengungkapkannya. Waktu se akan begitu lama karena ku tak bisa melakukan hal apapun.

Tangan ini ingin bergerak tapi tak mampu dan kakipun terasa lumpuh. Aku tak mampu merasakan gerak-gerik badanku ini. Aku semakin penasaran dan berusahan mencari warna selain warna hitam yang ku rasakan. Secara perlahan-lahan mata ini terbuka. Aku melihat keluarga, kerabat dan teman-teman mengelilingiku. Semua menangis dan sedih melihatku, tapi ku hanya membalas dengan senyuman. Aku menatap oarang tuaku yang duduk disampingku dengan geluyuran air mata yang membasahi sebagian tubuh ini. Aku mencoba memegang ibuku tapi tangan ini tak bisa digerakkan. Dan ibu langsung merangkulku. Aku mengela nafas dan merasakan rasa sakit.

“Nak....!” teriak ibuku dengan tangisan kasih sayang. “Nak” sapa keluarga-keluargaku dengan tangisan dan wajah yang begitu sedih. “Shoimus” tegur teman-temanku yang tak mampu menampung kesedihannya. Aku menangis sambil tersenyum melihat mereka semua. Aku senang sekali malam ini. Semua orang berkumpul untuk melihatku. Memang semua orang bersedih dan menangis melihatku tapi semua itu menjadi kebahagiaan di saat kita berkumpul bersama-sama dan saling bercanda tawa dan berbagi cerita untuk mengganti kesedihan tersebut menjadi kebahagiaan. Dengan sinar bintang dan cahanya bulan pada malam itu kami semua merasakan arti sebuah kesediahan dan kebahagiaan. Memang tak selamanya kita bahagia dan tak sepatutnya kita bersedih terus-menerus. Kesediaan dan kebahagiaan akan mewarnai hidup ini silih berganti. Kesedihaan mengajarkan kita untuk bersabar dan kebahagiaan menhajarkan kita untuk bersyukur.

Aku senang sekali karena akhir dari cerita ini sesuai dengan cerpen yang ku buat dan yang ku inginkan yaitu berakhir dengan kesedihan akan tetapi dalam kesedihan tersebut timbul rasa kebersamaan yang akan menghasilkan kebahagiaan. Cerpen ini ku buat dengan khayalanku sendiri. Ini semua hanya sebuah cerita bukan kejadian yang benar-benar terjadi. Aku mulai mengetik dan membuat cerpen ini di saat terlintas dalam pikiranku sebuah kata My April dan sebuah judul yang ku pakai untuk membuat cerpen ini. Judul yang membuat aku bisa menulis dan menyelesaikan cerpen ini. Akhirnya ku selesai membuat cerpen yang berjudul My April. Memang benar cerita ini merupakan sebuah khayalan dan imajinasi dan memang benar bulan April merupakan bulan kelahiranku. Dan memang benar, cerpen ini ku buat dan ku hadiahkan untuk keluarga-keluargaku dan teman-temanku semuanya sebagai hadiah dari ulang tahunku.

“(^_^)”  Terima Kasih > Mator Sakalangkong
Karya: Mohammad Shoimus Sholeh 

Sabtu, 28 Januari 2012

Tips Mengemudi Untuk Pengendara Sepeda Motor



13 tips penting mudik akhir tahun untuk pengguna sepeda motor versi So-Im

1.    Pastikan anda mempunyai sepeda motor, jangan sok-sokan pinjem sepeda motornya temennya yang masih kredit apalagi sampek nyolong speda motor, bukan nyampek rumah, nanti malah nyampek kantor polisi dan masih digebukin lagi
2.    Pastikan ban motornya ada 2. Jangan maksa berangkat jika ban motornya tinggal 1 apa lagi hilang semua. Ini bukan sirkus.
3.    Cek dulu remnya, kalau remnya blong jangan nekat rem pakek kaki, nanti bisa gosong tuh kaki.
4.    Cek dulu bensinnya, di usahakan dalam ke adaan penuh 98%, jangan maksa dicampur dengan air terus dikasih gula, biar gak mogok di kasih coffe capocino, itu sepeda motor bunk, jangan stres.
 
5.    Spion di haruskan ada dua, kiri dan kanan. Kalau spionnya tinggal 1, tidak usah nekat diganti sama cermin kaca, apaladi kaca lemari terus dibawa sama lemari-lemarinya, emangnya mau mudik apa mau jualan lemari.
6.  Gunakan helm standart, jangan sampai pakai panci dapur, terus di cet dikasih nomer 46. tidak lucu. masih lucu vilm spongbob
 spongebob.gif
7.    Bawalah barang-barang yang tidak terlalu berat dan muat dikendaraan. Jangan membawa barang-barang berat seperti kulkas, kasur, bantal, rak buku, kain kotor yang udah setengah tahun gak dicuci. Itu sepeda motor dijamin ambruk kayak rongsokan
8.    Tidak perlu ngebut-ngebutan, ini bukan balapan, terus gaya-gayaan nikung ampek miring kayak valintino rosi. Kalau mau balapan ikut GP ja.
9.    Jangan bergaya nyetir pakek satu tangan, apalagi kedua tangannya dilepas sambil sallto pas bilang waw gitu. Di jamin anda penyok semua tuh badan
10.    Diusahakan anda mengisi perut dulu sebelum berangkat. Jangan makan dan minum sambil nyetir dikawatirkan anda yang dimakan sama kendaraan lain.
11. Kalau mengantuk berhenti terlibih dahulu ditempat yang ramai. Jangan nekat berangkat dalam keadaan ngantuk, apalagi matanya sambil ditutup pakek kain. Kalau mau atraksi ikut the next mentalis ja sekalian.
 
12. Dilarang bermain HP saat menyetir apalagi main Playstasion, apalagi sambil main bola. Kalau mau main tidak usah mudik ja skalian.
13. Ini yang paling penting. Sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu. Jangan hanya berdoa pas buka BB, FB, Twitter, Line, WA dan media sosial lainnya.

Terima kasih. Semoga Selamat Sampai Tujuan (^_^)
                                                            Peace

Selasa, 10 Januari 2012

DOWNLOAD FREE LAGU PETERPAN (New) NOAH


UNTUK SAHABAT PETERPAN/ New (NOAH)



Download Album Bintang Di Syurga Disini :

Tracklist Download:
Peterpan - Bintang Di Surga - 01. Ada Apa Denganmu.mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 02. Mungkin Nanti.mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 03. Khayalan Tingkat Tinggi.mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 04. Di Belakangku.mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 05. Ku Katakan Dengan Indah.mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 06. 2 DSD(dua dalam satu dunia).mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 07. Diatas Normal.mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 08. Aku.mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 09. Masa Lalu Tertinggal.mp3
Peterpan - Bintang Di Surga - 10. Bintang Di Surga.mp3



Download Album OST Alexandria Disini :
Tracklist Download:


01. Tak Bisakah [Download]
02. Jauh Mimpiku [Download]
03. Membebaniku [Download]
04. Menunggu Pagi [Download]
05. Kukatakan Dengan Indah [Download]
06. Sahabat [Download]
07. Aku Dan Bintang [Download]
08. Mungkin Nanti [Download]
09. Di Belakangku [Download]
10. Langit Tak Mendengar [Download]


Download Album Suara Lainnya Disini :
Tracklist Download:
  1. Peterpan - Menghapus Jejakmu // Download
  2. Peterpan - Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi // Download
  3. Peterpan - Di Balik Awan // Download
  4. Peterpan - Kota Mati // Download
  5. Peterpan - Melawan Dunia // Download
  6. Peterpan - Sally Sendiri // Download
  7. Peterpan - Lihat Langkahku // Download
  8. Peterpan - Bebas // Download
  9. Peterpan - Cobalah Mengerti // Download
  10. Peterpan - Dunia Yang Terlupa // Download


Download Album Sebuah Nama Sebuah Cerita Disini :
Tracklist Download:
  1. Peterpan - Walau Habis Terang
  2. Peterpan - Kisah Cintaku
  3. Peterpan - Tak Ada Yang Abadi 







Download Album Suara Lainnya Disini :
Tracklist Download:

Peterpan - Suara Lainnya
01. Di Atas Normal.mp3
02. Cobalah Mengerti.mp3 (Feat Momo Geisha)
03. Kota Mati.mp3
04. Sahabat.mp3 (Feat Karinding Attack)
05. Walau Habis Terang.mp3
06. Dibelakangku.mp3
07. Melawan Dunia.mp3
08. Langit Tak Mendengar.mp3
09. Taman Langit.mp3
10. Bintang Di Surga.mp3
11. Dara.mp3




Download Free Album Terbaru Seperti Seharusnya Disini :
Tracklist Download:

http://nyolongmp3.net/wp-content/uploads/2012/09/noah-seperti-seharusnya.jpg

1. Raja Negeriku (Perubahan) (Revolusi)  (Download Via Sharebeast)
2. Jika Engkau (Berartinya Dirimu)  (Download Via Sharebeast)

3. Separuh Aku  (Download Via Sharebeast)
4. Hidup Untukmu, Mati Tanpamu  (Download Via Sharebeast)
5. Ini Cinta  (Download Via Sharebeast)
 
6. Terbangun Sendiri&nbsp(Download Via Sharebeast)
7. Sendiri Lagi (Cover alm. Chrisye)  (Download Via Sharebeast)
8. Demi Kita (Sentuhlah Cinta)  (Download Via Sharebeast) 
9. Tak Lagi Sama  (Download Via Sharebeast)
10. Puisi Adinda  (Download Via Sharebeast)