Sabtu, 02 Juni 2012

STRATEGI OPERASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRODUKSI DALAM PERUSAHAAN AGRIBISNIS


1.    DEFINISI

·         Michael Porter, 1980
Strategi operasi (operations strategy) adalah suatu visi dan fungsi operasi yang menetapkan keseluruhan arah bagi pengambilan keputusan. Visi ini perlu diintegrasikan dengan strategi bisnis yang terdapat pada tiga generic business strategy yaitu low-cost producer, product differentiation, and market segmentation.

·         Schroeder, Anderson, and Cleveland, 1986
Strategi operasi adalah sebagai sesuatu yang terdiri dari empat komponen yaitu misi (mission), tujuan (objectives), kemampuan khusus (distinctive competence), dan kebijakan (policies). Keempat komponen tersebut menjelaskan tujuan apa dan bagaimana tujuan itu harus tercapai.

·         Hayes and Wheelwright, 1984
Strategi operasi sebagai suatu pola yang konsisten dalam beberapa keputusan operasi, makin konsisten keputusan itu maka makin besar daya dukungnya terhadap strategi bisnis dan hasilnya pun semakin baik.

Dari berbagai definisi di atas, bisa disimpulkan bahwa strategi operasi dapat dikatakan sebagai suatu strategi fungsional yang harus berpedoman pada strategi bisnis agar dapat menghasilkan suatu pola konsisten dalam keputusan – keputusan operasi.


2.    MODEL

Inti dari strategi operasi terdiri dari empat elemen yaitu :

A.    Misi
Misi harus menyatakan prioritas di antara tujuan operasi baik yang menyangkut biaya, kualitas, fleksibilitas, tepat waktu, pengiriman cepat, pelayanan, dan sebagainya. Satu misi operasi yang dapat diandalkan adalah jika strateginya dengan cara memasang biaya yang pantas (bukan berarti biaya rendah), dan juga pentingnya akan pengenalan produk baru.

B.    Kemampuan Khusus
Kemampuan khusus operasi adalah menciptakan operasi apa yang harus unggul secara relatif dari para kompetitor yang terkait dengan misi operasi. Kemampuan khusus ini harus mampu keunggulan bersaing dan merupakan inti dari strategi operasi di berbagai hal seperti biaya yang pantas, kualitas tinggi, pelayanan terbaik, fleksibilitas tinggi, dan sebagainya. Bisnis yang berhasil berada pada mereka yang mengenal dengan baik kemampuan khusus yang dimilikinya dan berusaha untuk mempertahankan itu agar bisa unggul bersaing dengan berkelanjutan.

C.   Tujuan
Terdapat empat tujuan operasi yaitu biaya, kualitas, fleksibilitas, pengiriman, dan pelayanan. Tujuan – tujuan tersebut harus ditetapkan dalam beentuk yang sekuantitatif mungkin agar dapat terukur seberapa beesar pencapaian yang akan diraih.

D.   Kebijakan
Kebijakan operasi merupakan penjabaran dan menjelaskan bagaimana tujuan operasi akan dicapai. Kebijakan ini harus dibentuk untuk setiap sisi keputusan yang menyangkut proses, kapasitas, kualitas, persediaan, dan barisan kerja. Dan kebijakan operasi harus dibuat oleh manajemen senior dengan melibatkan pertimbangan – pertimbangan yang strategis.

Keempat elemen strategi operasi tersebut telah mendapatkan masukan dari strategi bisnis yaitu analisis internal dan eksternal (E. Tandelin, 1991).
I.              Analisis Internal
Lingkungan internal dapat mempengaruhi strategi operasi melalui kelangkaan (scarcity) dan keterbatasan (constraints) sumber daya manusia melalui budaya perusahaan (corporate culture), lokasi, fasilitas, sistem pengawasan, dan sebagainya. Analisis internal ini akan mengarahkan pada identifikasi terhadap kekuatan dan kelemahan operasi perusahaan. Mengembangkan kemampuan inti di bidang operasi di era persaingan yang semakin ketat adalah tindakan yang sangat tepat.
II.            Analisis Eksternal
Lingkungan eksternal ini perlu dianalisa di mana akan mengarahkan pada identifikasi terhadap peluang dan ancaman operasi perusahaan yang diciptakan akibat perubahan faktor – faktor eksternal seperti persaingan ekonomi, teknologi, politik, regulasi pemerintah, perubahan nilai tukar, dan sebagainya.


 2. Jelaskan mengenai pola pengambilan keputusan.

            Pola pengambilan keputusan akan sesuatu berguna dan tidak dapat diabaikan begitu saja oleh perusahaan pada umumnya dan oleh pimpinan bagian produksi pada khususnya.
            Secara umum pola pengambilan keputusan dapat dibagi menjadi beberapa kegiatan, yaitu :
  1. Perumusan / penemuan masalah.
Sebelum menentukan sikap ataupun langkah yang akan dilakasnaan, terlebih dahulu masalah yang dihadapi harus dicarai kejelasannya. Dijelaskan bahwa dan diteliti apakah memang terdapat permasalahan disitu, ataukah hanya sekedar akibat dari kejadian yang lain. Apabila masalah tersebut sudah jelas barulah kemudian dimulai tahap kedua.
  1. Pengumpulan Data
Data terdapat dua macam yaitu data sekunder adalah data yang sudah ditulis atau dikumpulkan oleh peneliti – peneliti sebelumnya.
Data primer adalah data yang harus dikumpulkan sendiri langsung dari responden atau obyek peneliti.
  1. Analisa Data
Jika data sudah terkumpul, maka data tersebut disusun analaisa pemecahan masalah. Dari hasil analisa ini dimaan tidak hanya satu jalan pemecahan masalah dibuatlah alternative – alternative pemecahan masalah tersebut.
  1. Rangking alternatif
Atas dasar hasil analisa data, maka setiap alternatif  pemecahan persoalan tersebut diperhitungakan keuntungan dan kerugian. Atas dasar ini kemudian disusun urutan alternative pemecahan masalah tersebut.
  1. Pengambilan Keputusan
Berdasarkan rangking alternative tersebut dijajagi kemungkinan – kemungkinan penerapannya.
Alternatif yang paling mengutungkan dan mempunyai kemungkian penerapan yang cukup besar itulah yang dipilih sebagai keputusan.


Ahyari, Agus. 1983. Management Produksi Perencanaa Sistem. Edisi tiga. BPFE. Yogyakarta.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar